Berita Keselamatan - ALLAH MAHATAHU
Seorang karyawan diminta untuk berdinas luar kota. Namun, kesempatan
tersebut ia manfaatkan untuk bersantai dan jalan-jalan; sebab ia
merasa lepas dari pengawasan atasan. Pikirnya, atasan tidak akan
tahu. Jika atasan menghubungi, ia punya ribuan dalih bahwa pekerjaan
berjalan lancar. Kebiasaan buruk serupa ini terkadang kita lakukan
juga dalam kehidupan rohani. Kita bisa berlagak santai; menganggap
bahwa Allah bisa dibatasi_tidak bisa terlibat jauh dalam segi-segi
pribadi kehidupan dan pergaulan kita.
Pikiran seperti itu pernah menghinggapi Yunus. Tuhan meminta Yunus
ke Niniwe untuk menyampaikan firman yang berisi teguran. Namun,
Yunus menolak dan berusaha melarikan diri dari Tuhan. Ia pergi ke
Tarsis_yang berlawanan arah dengan Niniwe. Mengapa Tarsis? Karena
pikirnya, Tarsis adalah tempat yang cocok untuk menjauh dari Tuhan.
Mungkin Yunus berpikir seperti kebanyakan orang Israel: Allah hanya
hadir di tanah Israel. Tak mungkin Allah ada di negeri asing seperti
Tarsis.
Kerap kali kita juga berpikir seperti Yunus. Entah berapa banyak di
antara kita yang berpikir Allah hanya ada di persekutuan atau
gereja. Allah tidak hadir di tempat kita bekerja, di sekolah, atau
di kamar pribadi kita. Sehingga tatkala kita ada di tempat-tempat
yang kita pikir Allah tidak hadir, kita merasa bebas berbuat dosa.
Ini jelas salah. Kita harus belajar dari pemazmur yang berkata, "Ke
manakah aku akan menjauhi Roh Tuhan? Di dunia orang mati pun ada
Tuhan!" Kita tak dapat bersembunyi dari Allah Yang Mahatahu. Bahkan
jika kita ada di kegelapan klub malam pun, Allah tahu. Jadi,
takutlah untuk berbuat dosa. Di mana pun dan kapan pun _RY
BODOHLAH ORANG YANG BERPIKIR DAPAT MENYEMBUNYIKAN DOSA
DI HADAPAN ALLAH YANG MAHATAHU
e-RH Situs: http://renunganharian.net/



0 komentar:
Poskan Komentar
You have the impression and comments for products and services, you may want to share with comment. I am glad if you comment can benefit you and please do not spam.