Berita Keselamatan - SIKAP JANTAN
Terkadang ada orang yang suka salah kaprah dalam mendefinisikan
konsep "bersikap jantan". Mereka berpikir bahwa sikap jantan itu
identik dengan merokok, memiliki tato di lengan, atau berani
berkelahi dengan siapa saja. Padahal sikap jantan artinya berani
berbuat berani bertanggung jawab, jadi tidak ada kaitan dengan
hal-hal lahiriah.
Yunus mengajarkan kepada kita sebuah contoh tentang bersikap jantan
yang sesungguhnya. Sikap tersebut muncul tatkala Tuhan mendatangkan
badai besar yang menghantam kapal yang ia tumpangi. Para penumpang
kapal berteriak ketakutan. Bahkan, nakhoda kapal meminta agar Yunus
ikut berseru kepada Allahnya, untuk memohon keselamatan (ayat 6).
Dalam situasi seperti itu Yunus bisa saja bersikap tidak peduli.
Apalagi ia masih bisa tidur nyenyak dan tidak terganggu dengan segala
guncangan yang terjadi. Toh pada saat itu tak seorang pun tahu bahwa
badai tersebut terjadi karena Allah sedang "mengejar" dirinya,
sehingga ia harus bertanggung jawab.
Namun, Yunus bukanlah orang seperti itu. Dengan jantan ia mengakui
bahwa badai tersebut terjadi akibat ulahnya -- ia bersalah kepada Allah.
Ia pun bukan sekadar mengakui kesalahan, melainkan juga rela menerima
konsekuensi kesalahannya, yaitu dilempar ke laut. Itulah sikap
jantan: berani mengakui kesalahan dan menerima konsekuensinya. Sikap
jantan Yunus patut kita acungi jempol.
Tidak mudah untuk mengakui kesalahan kita. Dan, lebih tidak mudah
lagi untuk berani menanggung konsekuensi dari kesalahan kita. Akan
tetapi, sikap demikianlah yang harus kita tunjukkan jika kita ingin
disebut sebagai orang yang bersikap jantan --RY
ORANG YANG JANTAN BERANI MENGEVALUASI DIRINYA SENDIRI
BAHKAN KETIKA IA BERBUAT SALAH
e-RH Situs: http://renunganharian.net/



0 komentar:
Poskan Komentar
You have the impression and comments for products and services, you may want to share with comment. I am glad if you comment can benefit you and please do not spam.